Senin, 09 Desember 2013

LEBARAN DAN PESTA PORA PARA SYETAN ?


TERAS UTAMA dikirim ke padang Ekspers
LEBARAN DAN PESTA PORA PARA SYETAN ?
Oleh Abu Nayla Latifah Khalid ( Sekretaris MBM. Kab. Agam)

Idul fitri 1432 H telah berlalu.Takbir,tahmid dan tahlil telah kita kumandangkan melepas kepergian Ramadahn 1432 H. sambil menyonsong hari kemenangan umat Muslim sedunia. Karena telah sebulan kita berpuasa,berjuang menghadang hawa nan pantang karandahan. Nafsu nan pantang kalintasan. Siang malam kita tekan hawa dan nafsu sekuat mungkin demi menggapai sebuah kemenangan .yaitu taqwa (orang yang muttaqin). 
Terlepas dari penganut paham hisab dengan penganut paham rukyah,dalam sebuah  hadis Rasulullah Saw bersabda “Apabila datang bulan Ramadhan maka dibuka pintu sorga seluas-luasnya dan ditutup pintu neraka serapat-rapatnya dan dirantai para setan. Sebagai orang awam hadis tersebut diatas diartikan jika Ramadhan datang para setan dirantai/dibelenggu sehingga mereka tak berdaya menahan / memalingkan orang untuk beribadah, dan kenyataannya  memang orang rajin ke mesjid, baca qur’an, tadarus, kegiatan keagamaan  dan menyantuni orang miskin dan anak yatim. Tapi jika Ramadhan telah pergi tentu setan yang terbelenggu sebulan  tersebut  akan lepas . Bayangkan  kira-kira apa yang akan terjadi  atau bagaiaman kira-kira keadaan umat  yang baru saja lepas dari gemblengan Ramadhan /madrasah  Ramadhan menuju  gerbang syawal  secara tiba-tiba  dihantam musuh bubuyutan. Para setan datang bagaikan air bah  menggulung manusia yang sedang  terlena dalam pesta kemenangan ?.
Di kampung saya ( Kamang ) pesta kemenangan sudah ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Jika dahulu menyambut  1 syawal itu dengan alunan takbir tahmid dan tahlil pawai keliling kampung, tapi sekarang sudah ada peningkatan seperti kaum lain pesta kembang api berhias takbir dan tahmid  bersahut-sahutan dari masjid ke masjid.dari surau ke surau yang menggema ke angkasa.khabarnya itu kaset. hebat bukan ?.
Lebih lagi generasi muda tidak ambil pusing apa itu hisab atau rukyah, yang dihebohkan  antara pemeintah dengan ormas lain. Jika ditanya pada mereka jawaban mereka sederhana saja,”Jika kita di daerah terpencil atau pedalaman atau kepulauan tak ada alat teknologi maka yang pas bagi mereka adalah rukyah hilal. Tapi bagi daerah yang sudah maju punya ilmu falak dan hisab hakiki maka yang tepat adalah hisab.ahli hisab Sumbar sama pendapat mereka.Tapi itu kata mereka.
Hari senin  30 Agus 2011 yang lalu setelah shalat magrib  mayoritas rakyat sumbar sudah “terlonsong “ takbir,tahmid dan tahlil, sementara ada  disebagian masjid yang tidak  bertakbir karena masih beranggapan 1 syawal belum masuk (menunggu putusan pemerintah Pusat) sementara Pemerintah Daerah sudah bertakbir menyatakan syawal sudah masuk. Disebagin tempat  orang menungguh putusan pementah pusat tapi tidak dimasjid/surau.sudah menyebar ke berbagai tempat.
Nah ketika Pemerintah pusat mengumumkan idul fitri jatuh pada hari rabu 31 Agus 2011 orang awam  ikhtilaf  ada yang tarawih ada yang tidak tarawih lagi, ada yang puasa besoknya selasa setengah hari,ada yang puasa utuh,ada yang tidak puasa tapi shalatnya  Rabu. Ada yang berkata kita wajib taat pada Pemimpin/Pemerintah. Masalahnya pemerintah yang mana,atau ulil amri yang mana. Pemerintah Pusat hari Rabu sementara (Pemerintah Daerah )Pemda hari Selasa mana yang akan kita ikuti ( mari kita tanya pada ahli fiqih ).
Kata setengah orang , “ tanda  ramadhan sudah  habis setan sudah lepas dari tansi atau rantainya sudah lepas”.Selama sebulan terbelenggu tak makan tak minum, hati siapa yang tidak  sakit,iri dengki  dendam kusumat menyelimuti para setan. Mereka benci sama umat yang  aman damai dan tentram beribadah, ukhwah terjalin, sikaya dan simiskin berbaur,alqur’an jadi hiasan tiap malam,sedekah jadi kebanggaan. Dengan modal benci dan dendam itu pasukan setan menyerang  membabi buta , mengerahkan segala kekuatan dengan  bisikan, pasukan berkuda pasukan berjalan kaki ( Q.S.17.65 ).
Saya merasa setan itu lepas dari rantainya  pada hari senin malam, kenapa ?. Bayangkan peristiwa yang telah terjadi di malam selasa tersebut. Ada jemaah masjid yang sudah takbir,tahmid dan tahlil dimasjid mendadak berhenti dan pulang meninggalkan masjid,ada jemaah yang tidak lagi ke masjid,ada yang sibuk  berkomentar dengan baik dan miring tentang keputusan  pemerintah  yang berbeda dengan ormas,Ada yang sibuk main kembang api dan petasan menyambut hari raya idul fitri yangtak peduli dengan putusan pemerintah.
Serangan pertama setan  telah mengacaukan  saf umat yang  lurus dan rapi. Telah memecah ukhwah yang dbangun sebulan penuh .Setan telah mengobarkan api kebencian,menyulut bara fitnah  yang mereka selipkan ketengah-tengah umat. Hebatnya pasukan setan  mereka mampu bermain dibalik layar para mubalig,ustzd.akibatnya  sebahagian ustaz dan mubaligh pun ikut terjebak mencadi corong pemecah ukhwah. Ikut saling menyalahkan kesana kemari.(Nauzubillahi minzalik ).
Beragam sumpah serapah dan pujian berulang ulang  ditayangkan dimedia masa. Fitnahan dan cacian kepada pemerintah dan ormas menggelinding. Lebaran  telah berhkir tapi pesta pora para setan belum selesai.walaupun permintaan maaf telah diucapkan pemerintah maupun ormas, tetapi rasa luka terkena serangan setan masih terasa. Apalagi selama 11 bulan yang akn datang  siang dan mlam serang itu takan pernah sulut sampai hari kiamat (Q.S.17.63 ). Pesta pora setan berikutnya adalah membisikan kepada para pengusa untuk  membuka tempat-tempat maksiat. Semoga kita semua pemerintah  maupun ormas diampuni oleh Yang Maha Gaffar.
Biodata  Penulis
Nama      : Abu Naila Latifah Khalid
Jabatan  :
1.       Sekretaris Manajemen Berbasis Madrasah  (MBM ) Kab.Agam
2.       Sekretaris BP4 Kec.Kamang  Magek
3.       Pimpinan Harian KAN Kamang  Mudiak
4.       Mudir Ma’ahad Muallimin Muhammadiyah Kamang Magek Agam
5.       Waki Ketua MUI Kamek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar